Mercury

Apa itu Mercury?

Mercury (Merkuri; air raksa) adalah unsur alami yang umum ditemukan di kerak bumi. Pada tabel periodik, merkuri dilambangkan dengan simbol "Hg" yang berasal dari nama Yunani, hydrargyrum, yang berarti "perak cair". Unsur ini terdapat dalam tiga bentuk dengan sifat, penggunaan, dan toksisitas yang berbeda: merkuri elemental (atau logam), senyawa merkuri anorganik, dan senyawa merkuri organik.


Merkuri elemental memiliki titik didih yang relatif rendah yaitu 356,7°C dan tekanan uap yang tinggi dibandingkan dengan logam lainnya. Merkuri elemental mudah membentuk amalgam dengan unsur lain seperti emas dan perak.


Bentuk-bentuk Mercury

  • Merkuri elemental atau merkuri metalik adalah logam perak mengkilap yang berbentuk cair pada suhu ruang.

    Merkuri ini digunakan dalam beberapa termometer, lampu neon, sakelar listrik, pertambangan, dan proses industri lainnya. Pada suhu ruang, merkuri elemental yang terpapar dapat menguap menjadi uap beracun yang tidak terlihat dan tidak berbau. Jika dipanaskan, merkuri akan mudah menguap menjadi gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

    Bentuk merkuri ini berada dalam keadaan bebas dan belum bereaksi dengan zat lain. Ketika merkuri bereaksi dengan zat lain, ia membentuk senyawa.

  • Senyawa merkuri anorganik terbentuk ketika merkuri bereaksi dengan unsur lain, seperti sulfur dan oksigen, membentuk garam merkuri anorganik. Ditemukan secara alami di lingkungan, penambangan endapan bijih dapat menghasilkan debu yang mengandung merkuri anorganik yang masuk ke udara. Merkuri anorganik juga dapat masuk ke air atau tanah dari batuan, pabrik, atau fasilitas pengolahan air.

    Saat ini, penggunaan garam merkuri dalam produk konsumen telah dihentikan, tetapi senyawa ini masih digunakan dalam beberapa produk, seperti krim pemutih kosmetik dan sabun. Senyawa ini juga digunakan dalam beberapa proses industri dan produk kimia lainnya seperti insektisida, pestisida, dan lain-lain.

  • Merkuri Organik

    Senyawa merkuri organik terbentuk ketika merkuri bereaksi dan bergabung dengan karbon. Saat unsur ini bersirkulasi melalui lingkungan, darat, udara, dan air, ia mengalami reaksi fisik dan kimia kompleks yang dapat mengubah merkuri unsur atau anorganik menjadi senyawa merkuri organik. Misalnya, senyawa merkuri organik yang paling umum ditemukan di lingkungan adalah metilmerkuri, yang sangat beracun.

    Ikan dan kerang mengakumulasi metilmerkuri dari polusi lingkungan. Metilmerkuri yang telah berubah secara kimia diserap oleh fitoplankton (ganggang laut mikroskopis), yang merupakan makanan bagi zooplankton (hewan air kecil), yang kemudian dimakan oleh ikan kecil. Ikan kecil ini menjadi umpan bagi ikan yang lebih besar, yang kemudian dimakan oleh ikan yang lebih besar lagi, dan seterusnya. Oleh karena itu, semakin besar ukuran ikan, semakin tinggi kadar metilmerkuri yang terkandung di dalamnya.

Next
Next

Analysis Mercury in Liquid Hydrocarbons UOP Method 938-20